Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Mana Yang Lebih Berbahaya

Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 – Ada berapa macam tipe diabetes ditanyakan kepada masyarakat awam maka jawabannya bisa bermacam-macam. Jawaban yang paling biasa kita dengar adalah diabetes tipe kering dan tipe basah, dimana tipe kering bila luka masih bisa sembuh sedangkan basah jika luka membusuk sampai bisa di amputasi.

Ini membuktian tidak semua orang tahu secara pasti tentang penyakit diabetes, sebenarnya diabetes dapat di bagi menjadi 3 golongan :

• Diabetes tipe 1 (Militus)
• Diabetes tipe 2 (Insipidus)
• Diabetes gestasional (biasa terjadi karena kehamilan)

Pada artikel ini kita tidak akan membahas mengenai diabetes gestasional, tetapi kita akan fokus pada diabetes tipe 1 dan tipe 2, Apa saja perbedaannya dan lebih berbahaya mana dari kedua tipe diabetes tersebut.

Sebelum kita masuk ke perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 ada baiknya kita mengetahui apa itu diabetes. Diabetes adalah suatu keadaan dimana tubuh Anda bermasalah dengan hormon insulin yang berfungsi mengubah gula dari makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi energy. Karena gula yang masuk tidak dapat diubah menjadi energy mengakibatkan kadar gula darah Anda menjadi tinggi , inilah yang menjadi permasalahan yang harus dihadapi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2

1. Produksi insulin

• Tipe 1
Pada diabetes tipe 1 tubuh penderita tidak memproduksi sama sekali hormon insulin, ini disebabkan karena system kekebalan tubuh malah menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi hormon insulin di pancreas (autoimun). Penyebabnya pastinya sampai sekarang tidak diketahui, faktor genetika bisa jadi berperan penting dalam hal ini.

• Tipe 2
Pada diabetes tipe 2 tubuh penderita masih memproduksi hormon insulin tetapi tidak mencukupi atau ada masalah pada tubuh sehingga tidak dapat menggunakan hormon insulin secara efesien.

2. Berat badan

• Tipe 1
Diabetes tipe 1 bisa terjadi pada orang yang memiliki indeks massa tubuh yang tergolong ideal.

• Tipe 2
Diabetes tipe 2 terjadi pada orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas (terutama yang memiliki kelebihan berat badan pada perut)

3. Gejala yang ditimbulkan

• Tipe 1
Gejalanya haus terus, sering buang air kecil dan mudah lelah.

• Tipe 2
Gejalanya sama dengan tipe 1 haus terus, sering buang air kecil, mudah lelah ditambah gejala yang tidak di temukan pada diabetes tipe 1 yaitu penglihatan menjadi kabur, infeksi pada kulit, kulit kering dan gatal, luka yang sulit sembuh dan mati rasa pada kaki.

4. Perkembangan penyakit

• Tipe 1
Perkembangan penyakit cepat dan gejalanya bisa langsung parah (akut) dalam waktu satu atau dua hari saja.

• Tipe 2
Perkembangan penyakit terjadi secara perlahan-lahan dan bertahap, dalam waktu bertahun-tahun karena tidak menimbulkan gejala awal sehingga sulit terdeteksi.

5. Pengobatan diabetes

• Tipe 1
Penderita diabetes tipe 1 harus melakukan suntik insulin setiap hari selama hidupnya, karena tubuhnya tidak bisa memproduksi sendiri insulin

• Tipe 2
Penderita diabetes tipe 2 agak sedikit beruntung karena pilihan pengobatannya lebih beragam. Dokter bisa saja menganjurkan untuk mengurangi berat badan dengan diet sehat dan berolahraga. Bisa juga mengkonsumsi obat untuk membantu pancreas memproduksi lebih banyak hormon insulin, atau menggunakan pengobatan secara alami.

6. Resiko terjadinya gula darah rendah

• Tipe 1
Gula darah rendah biasanya lebih umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Gejala dari gula darah rendah (hipoglikemia) adalah pusing ,lemas, berkeringat, pingsan dan paling parah dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan karena kesalahan dalam menentukan dosis insulin, sehingga harus sangat berhati-hati jika Anda menggunakan suntik insulin selalu ikuti petunjuk dari dokter. Jika Anda mengalami gejala diatas segera konsumsi makanan yang dapat meningkatkan gula darah seperti teh manis ,jus atau permen.

• Tipe 2
Gejala dari gula darah rendah (hipoglikemia) biasanya tidak terjadi pada penderita diabetes tipe 2.

7. Makan makanan manis

• Tipe 1
Penderita diabetes tipe 1 bisa makan apa saja, asalkan bisa menyesuaiakan dosis insulin yang disuntikkan.

Tipe 2
Penderita diabetes tipe 2 tidak menggunakan suntik insulin jadi harus berhati-hati dalam memilih makanan yang mengandung gula karena selain menaikkan gula darah, makanan manis juga akan membuat Anda mudah mengalami kegemukan (obesitas).

8. Kapan diabetes terdiaknosis

• Tipe1
Diabetes tipe 1 biasanya akan terdiaknosis pada saat masih anak-anak. Hal itulah yang menyebabkan diabetes tipe 1 pada awalnya disebut diabete anak-anak (juvenile diabetes).

• Tipe2
Diabetes tipe 2 biasanya akan menyerang orang dewasa tetapi yang paling tinggi resiko terserang diabetes tipe 2 adalah orang-orang yang berusia 45 tahun ke atas.

9. Komplikasi penyakit diabetes

• Tipe 1
Komplikasi pada diabetes tipe 1 harus segera mendapatkan perawatan khusus. Karena walaupun diabetes tipe 1 bisa terdiaknosis dari anak-anak, gejalanya bisa muncul langsung parah.

• Tipe2
Komplikasi pada diabetes tipe 2 masih bisa diatasi dengan beberapa prosedur yang tidak terlalu berat.

10. Angka harapan hidup

Menurut laporan dalam Diabetes in the UK 2010 : Key Statistics on Diabetes di Inggris mendapatkan data bahwa angka harapan hidup untuk penderita diabetes :

• Tipe 1
Angka harapan hidup penderita diabetes tipe 1 akan berkurang hingga 20 tahun.

• Tipe 2
Angka harapan hidup penderita diabetes tipe 2 akan berkurang hingga 10 tahun.
Setelah melihat perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 tentunya banyak yang akan mengambil kesimpulan bahwa diabetes tipe 1 lebih berbahaya. Tetapi mesti diingat bahwa baik diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan amputasi.

Agar terhindar dari komplikasi diabetes yang mematikan :

• Minum obat/insulin sesuai dengan anjuran dokter
• Rutin cek kadar gula darah
• Makan makanan yang rendah lemak tetapi tinggi serat
• Rutin berolahraga
• Hindari stres

Demikian pembahasan mengenai diabetes tipe 1 dan tipe 2 mana yang lebih berbahaya. Semoga bermanfaat dan menjadi lebih perduli lagi pada kesehatan.

JIKA BERMANFAAT LUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBAGIKAN